Teriak: Mamah Ikut KERJA! Pengalaman Driver Ojek Online

Pagi itu dengan semangat pagi, berangkat lebih awal supaya bisa mengais rejeki. Maklum, selain sebagai karyawan swasta saya juga pekerjaan sampingan sebagai driver ojek online menjadi mitra Grab.

Sebenarnya banyak sekali pengalaman yang bisa saya ceritakan selama menjadi driver Grab. Namun, yang sempat menyentuh hati dan saya ikut sedih adalah teriakan seorang anak yang ikut ibunya pergi bekerja.

Karena masih pagi, saya berangkat kerja lebih awal. Maksudnya supaya masih dapat jatah nganterin customer yang mau berangkat kerja maupun yang akan berangkat sekolah.


Sebelumnya saya ucapkan bismillah semoga mendapatkan customer di pagi itu. Kemudian saya terfikirkan untuk lewat jalur Ciomas, Bogor. Sampai di suatu perumahan hp saya bunyi, memberikan isyarat bahwa aplikasi grab driver saya mendapatkan orderan customer pertama di pagi itu.

Customer saya memberikan pesan agar saya dapat menjemputnya lebih cepat. Karena memang alamat yang diberikan kurang detail, padahal rumahnya terletak di sebuah perumahan. Tanpa menyebutkan blok apa dan nomor berapa. Itu sangat menyulitkan jika tidak ada pesan.

Setelah mendapatkan balasan chat petunjuk lokasi penejemputan, akhirnya saya langsung bergegas menuju lokasi. Supaya tidak terlewat, saya mencoba bertanya kepada warga sekitar untuk alamat yang ada di aplikasi.

Ehh,,, warga yang saya tanya seorang ibu-ibu yang masih memegang teguh budaya. Beliau menjawab  pertanyaan saya dengan bahasa Sunda halus, padahal sebelumnya saya bertanya menggunakan bahasa Indonesia.

Dari percakapan kami yang singkat, saya mencoba memahami apa yang disampaikan ibu tadi untuk menemukan alamat penjemputan customer saya.

Setelah saya cocokan nomor rumah dan petunjuk-petunjuk yang menunjukan lokasi penjemputan, kemudian saya mengirimkan pesan dengan klik sudah sampai tujuan dan mengirim pesan untuk memberitahukan bahwa posisi saya sudah dilokasi tempat jemputan.

Tak lama menunggu, keluar seorang ibu muda dari dalam rumahnya, berpamitan dengan orangtuanya, anaknya laki-laki yang berusia sekitar 4 - 5 tahunan. Tak lupa juga berpamitan sama anaknya yang masih balita, kelihatan seperti masih beberapa bulan saja.

TERJADI MOMENT MENGHARUKAN.

Selama berpamitan, anaknya yang besar mengikuti ibunya sambil bilang "mamah, kakak ikut ya". ucapan itu gak berhenti yang sebelumnya terdengar dari dalam rumah sampai ibunya mau naik motor dan berangkat menuju tempat kerja, dia masih teriak mamah, kakak ikut!

Kejadian itu jadi mengingatkan suasana tiap pagi, setiap saya mau berangkat kerja, Adskhan, anak saya selalu bilang "ikut ayah kerja, jauh!"

Untungnya dia masih bisa memahami keadaan ayahnya, karena saya selalu membisikan, "nanti, hari sabtu dan minggu ikut Ayah". walaupun hanya muter kampung dan main bola.

Sebenarnya banyak sekali moment yang menyentuh hati ketika sedang melaksanakn pekerjaan ojek online.

Pernah suatu kali, saya mengantar ibu dan anak ke tempat wisata air untuk berenang. Sepanjang perjalanan sang bocah negajak ngobrol ngalor ngidul. Dalam hati, "coba posisi seperti ini adalah suasana bersama keluargaku". Pokoknya sedih kalau dirasa.

Itulah sedikit cerita tentang pengalaman saya menjadi driver ojek online.
Baca Juga

Related Posts

Comments


EmoticonEmoticon