Minggu, 04 Februari 2018

Jika ada orderan masuk, tapi stok di supplier kosong! Apa yang saya harus lakukan?

Saya akan sedikit berbagi mengenai duka menjadi seorang dropshiper. Jika Anda masih pemula, salah satu kendala ini akan membuat kepala pusing bukan kepalang. Jika bekerja sendiri atau secara otodidak menjalankan bisnis dropship, Anda pasti tidak tahu harus berkonsultasi atau bertanya kepada siapa.


Yang kebanyakan terjadi ketika seseorang menjalankan bisnis dropship tanpa pernah ikut dalam komunitas atau tidak pernah mengikuti sebuah course yang diadakan oleh orang yang ahli dalam bidangnya. Untuk mengajukan sebuah pertanyaan saja pasti akan minder. Yang pasti jika mengajukan pertanyaan bisa jadi pertanyaannya terabaikan, atau kalu tidak, pasti jawabannya seperti ini " Ikut saja nanti tanggal sekian, kami akan ada course selama 2 hari jika berminat PM, semua akan dijelaskan disana secara buka-bukaan". Jika pernah ada yang dijawab seperti itu, berarti kita sama. wk wk wk wk...

Tapi untuk sebuah pertanyaan kecil seperti " Kak mau tanya, saya ada orderan masuk, tapi barang di supplier kosong, saya harus bagaimana ya?" Biasanya pertanyaan seperti itu muncul diantara para member yang pernah mengikuti course menjual barang tanpa tatap muka atau istilah jaman now adalah Dropship Mastery. Seperti bukunya Rico Huang yah... ehh

Nah, bagi Anda yang sedang mengawali menjalankan bisnis dropship secara otodidak atau belajar dari baca ebook atau buku Menjual Barang Tanpa Tatap Muka punya Rico Huang. Jika punya pertanyaan atau sedang menghadapi masalah stok barang kosong seperti diatas, saya akan sedikit berbagi cara mengatasinya. Terutama jika Anda ketemu dengan buyer yang super reseh, namun jika Anda beruntung ketemu dengan buyer yang enak, gampang dan pengertian itu tidak akan menjadi masalah.

Berikut ini beberapa yang harus Anda lakukan jika orderan masuk, tapi barang di suplier kosong.

  • Tawarkan produk lain yang serupa dengan kriteria harga sama, cuma beda warna.
  • Tawarkan produk lain beda produk manfaat sama tapi hampir mirip dengan kriteria harga lebih mahal, lebih berkualitas tapi tidak lebih dari harga jual Anda, yang penting masih untung.
  • Sampaikan barang kosong, tapi produk yang dipesan lainnya ready, barang akan tetap dikirim kekurangan bisa ajukan klaim kurang kurang terima barang. Ini jika buyer membeli produk lebih dari satu.
  • Langsung saja kirim barang yang ready, yang kosong abaikan, tapi tetap dikasih produk banded sebagai bonus, itu juga tidak akan menjadikan rugi. Ini jika buyer membeli produk lebih dari satu. Kemudian sampaikan ke buyer kalau produk yang lainnya kosong. Jika ada pertanyaan "kok saya ada terima prosuk yang tidak saya pesan?" jawab saja itu banded dari produk X.
Apa yang saya tuliskan diatas semuanya sudah pernah saya lakukan. Dari 10 orderan yang masuk dengan kondisi barang di suplier kosong, 8 orderan sukses terkirim 2 orderan cancel permintaan pembeli. Jadi cara diatas tidak semuanya mutlak bisa diterapkan ke semua pembeli. Karena karakter pembeli juga berbeda-beda.

Tapi diusahakan jangan sampai Anda mengeluarkan kata "bagaimana kak, mau dicancel atau ganti produk?" Kalau saya sebagai pembeli pasti akan jawab cancel aja.

Cara diatas tidak berlaku untuk yang jualan beberapa aksesoris handphone, alat elektronik, perlengkapan networking dan beberapa produk yang belum pernah saya jual. jadi belum tahu kondisi jika terjadi hal demikian. hehehe

Jika cara diatas menurut Anda ada yang kurang pas atau mau menambahkan, silahkan tinggalkan komentar dibawah. semakin banyak berdiskusi, semakin banyak pelajaran yang kita dapat.

Semoga cara diatas bermanfaat.

Artikel Terkait

Jika ada orderan masuk, tapi stok di supplier kosong! Apa yang saya harus lakukan?
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Loading...
Loading...

Promo Hotel

Booking.com